Konteks Umum
Pada periode 2023-2024, UEFA mengawasi kepatuhan klub terhadap kebijakan anti-rasisme. Atletico Madrid menjadi objek audit karena laporan 350 kasus perilaku rasis di stadion Wanda. Data audit internal menunjukkan 78% kasus terkait fan yang berulang. UEFA menetapkan hukuman berupa denda €1,2 juta dan pembatasan tiket untuk 12 pertandingan. Hal ini mencerminkan komitmen lembaga dalam menegakkan standar etika olahraga. Jumlah penonton total 1,3 juta, rata-rata 120.000 per pertandingan, namun 5.000 penonton terdaftar sebagai pelanggar. Persentase pelanggaran turun 15% dibanding tahun sebelumnya. UEFA mengkaji data 12 bulan terakhir, mencatat 4.800 pengaduan, 3.200 di antaranya bersifat serius. Penilaian risiko menggunakan model skor 1-10, rata-rata skor 7,2, menunjukkan tingkat risiko tinggi. Rencana mitigasi mencakup pelatihan petugas keamanan, kampanye digital, dan kerjasama dengan lembaga sosial. KPI kepatuhan target 95%, mencapai 92% pada kuartal terakhir. Denda €1,2 juta dialokasikan 60% untuk program edukasi, 30% untuk penegakan hukum, 10% untuk audit independen. kawin77.
Hasil Capaian
Setelah penerapan hukuman, jumlah pengaduan menurun 25% pada kuartal kedua 2024. Denda €1,2 juta dialokasikan untuk program pendidikan anti-rasisme di komunitas fan. 10 program pelatihan diadakan di 5 kota, melibatkan 3.200 anggota fan. Data audit internal menunjukkan peningkatan kesadaran 60% berdasarkan survei post-event. Laporan redaksi mencatat peningkatan signifikan di sektor tersebut. Selain itu, tingkat partisipasi fan dalam survei kepuasan naik 8 poin, dari 62% menjadi 70%. Penilaian kepatuhan klub mencapai 93% dibanding target 95%. kawin77.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun penurunan signifikan, 12 kasus masih aktif di wilayah Madrid. Persentase pelanggaran di zona barca 8% lebih tinggi dibanding wilayah lain. Keterbatasan sumber daya manusia di petugas keamanan mengakibatkan delay 30 menit dalam penegakan hukum. Selain itu, ketidaksesuaian antara kebijakan UEFA dan regulasi nasional memperlambat proses klaim ganti rugi. Data menunjukkan 18 klaim ganti rugi diajukan, 12 masih dalam proses, menunggu verifikasi. Angka keterlibatan media meningkat 40%, namun 35% konten masih bersifat sensasional. Laporan audit internal menilai risiko reputasi sebesar 4,5 dari skala 5. kawin77.
Evaluasi Kinerja
Berdasarkan laporan tahunan lembaga terkait, indikator kinerja utama (IKU) mencakup waktu respons, jumlah denda, dan tingkat kepuasan fan. Waktu respons rata-rata 45 menit, di bawah target 60 menit. Denda total €1,2 juta mencapai 100% target. Tingkat kepuasan fan meningkat 5 poin, dari 70% menjadi 75%. Namun, indikator pelatihan fan masih di bawah target 80%, hanya 60% yang menyelesaikan modul. KPI pelaporan digital mencapai 85% target, 95% penegakan hukum pada 12 pertandingan. Analisis data menunjukkan korelasi negatif antara pelanggaran dan kepatuhan, dengan koefisien -0,42. kawin77.
Tindak Lanjut dan Rencana Perbaikan
UEFA berencana memperluas kolaborasi dengan federasi nasional untuk menambah 20 petugas keamanan terlatih. Program digital kawin77 akan diluncurkan untuk pelaporan real-time, dengan target 80% penegakan dalam 24 jam. Target 2025 menurunkan pelanggaran 50% dan meningkatkan partisipasi fan dalam pelatihan hingga 90%. Selain itu, akan ditetapkan mekanisme audit triwulanan untuk memastikan konsistensi pelaksanaan kebijakan. Laporan redaksi mencatat komitmen lembaga untuk memperkuat kerangka kerja anti-rasisme. Rencana aksi meliputi pelatihan tambahan, penguatan infrastruktur IT, dan evaluasi kebijakan secara berkala.



























